Tinggalkan komentar

IFFA Rules 18, 19, 20 : Rushing the QB, Ball Carrying, Pass Interference

Pasal 18

Rushing the Quarterback

1. Sack dilakukan dengan menarik FLAG quarterback.

2. Rusher dilarang melakukan kontak dengan quarterback dalam usaha men-deflag. Bila terjadi, penalty Roughing The Passer. Automatic first down + Loss 15 yards.

3. Rusher tidak diperbolehkan untuk berusaha ‘mem-block passing’. (safety reason), kecuali dilakukan dibelakang LOS atau terdapat offensive player didepannya.

4. Rusher tidak diperbolehkan untuk menyerang bola untuk force fumble.

5. Apabila pass dan sack terjadi bersamaan, sack dianggap tidak terjadi. Play akan diteruskan. Penilaian mengenai ini diserahkan ke judgement referee.

6. Quarterback tidak diperbolehkan membuang bola untuk menghindari sack (intentional grounding). Referee akan menentukan apakah quarterback membuang bola dengan sengaja ke lapangan kosong atau keluar lapangan (tidak untuk ditangkap receiver).

Pasal 19

Ball Carrying

1. Ball carrier harus berusaha menghindari terjadinya contact. Tanggung jawab mencegah terjadinya kontak berada sepenuhnya di tangan ball carrier. Apabila terjadi kontak, official akan menentukan apakah ball carrier sudah melakukan usaha untuk menghindari kontak atau tidak. (unavoidable contact).

2. Stiff Arm berarti ball carrier melakukan kontak aktif dengan defender dan oleh karenanya termasuk dalam peraturan di atas.

3. Ball carrier tidak boleh melakukan SPIN dan DIVE (safety reason).

4. Ball carrier tidak boleh melindungi flagnya dengan tangan, lengan, kepala, atau bola. Deflagger harus mendapatkan akses yang bebas untuk melakukan deflagging apabila flag berada dalam jangkauannya.

5. Pada 2 menit terakhir tiap half, ball carrier tidak boleh membuang bola ke luar lapangan dengan sengaja (intentional out of bounds fumble) untuk menghentikan waktu. Waktu hanya akan berhenti apabila salah satu kaki ball carrier keluar dari lapangan. (penalty: 5 yards from POI, unstopped time).

6. Apabila terjadi fumble sebelum ball carrier masuk ke endzone lawan dan bola jatuh di endzone, bola tersebut dinyatakan mati pada titik terjadinya fumble dan bukan pada titik bola menyentuh tanah (endzone).

Pasal 20

Pass Interference

1. Pass interference berlaku untuk pass yang berasal dari belakang LOS dan berlaku untuk forward maupun lateral pass.

2. Setelah pass dilakukan, baik receiver maupun defender tidak boleh menyentuh secara aktif pemain tim lawan sebelum salah satu dari keduanya menyentuh bola.

3. Stripping the ball (berusaha menjatuhkan bola dari posession receiver atau defender) tidak boleh dilakukan apabila bola telah tersentuh kedua tangan dan berada dalam posisi posession (receiver have control of the ball). Apabila receiver telah mendapatkan kontrol atas bola, defender harus mengincar flag, bukan bola.

4. Defender maupun receiver tidak dibenarkan menghalangi pandangan lawan ke arah bola dengan tangannya.

Keep fight and enjoy the game !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: