Tinggalkan komentar

IFFA Rules 25 : Fouls and Penalties

Pasal 25

Fouls and Penalties

1. Keputusan foul hanya dapat dipertanyakan oleh kapten tim yang melakukan foul.

2. Official yang menyatakan foul harus mengumumkan nomor pemain dan pelanggaran yang
dilakukan.

3. Ada dua jenis penalti dalam football:

  • DEAD BALL FOUL : penalti yang memberhentikan permainan.
  • LIVE BALL FOUL : penalti yang tidak memberhentikan permainan. Memiliki option ditolak (decline) atau diterima (accept) keputusan wasit tersebut oleh team lawan.

4. Apabila terjadi DEAD BALL FOUL (penalti yang memberhentikan permainan), maka referee akan meniup peluit, melempar bendera dan memberhentikan permainan, dan penalti langsung diberlakukan.

5. Apabila terjadi LIVE BALL FOUL (pelanggaran yang tidak memberhentikan permainan), official melempar bendera ke tanah tapi membiarkan play terus berlangsung (tidak meniup pluit sebelum play tersebut berakhir). Pada akhir play official melemparkan pilihan pada kapten tim lawan apakah foul tersebut di accept (pemberlakuan penalti) atau decline (menerima hasil play tersebut). Keputusan pertama yang diambil tidak dapat diubah kembali.

6. Apabila bola bergerak maju hingga melewati garis pemisah antar zones karena penalti yang  dilakukan defense, tim offense mendapatkan 1st down.

7. Apabila kedua tim melakukan foul pada satu play (double foul), play tersebut harus diulang.

8. Half the distance rule: Penalti tidak dapat menggerakkan bola lebih dari setengah jaraknya ke endzone kecuali dispesifikasi sebelumnya, apabila penalti lebih besar dari setengah jarak bola ke endzone, maka bola diletakkan di setengah jarak antara titik bola sebelumnya dengan endzone.

9. Apabila tim offense melakukan foul dan penalti memundurkan bola hingga ke belakang endzone tim offense, berlaku safety.

10. Apabila tim defense melakukan live ball foul di daerah endzonenya dan penalti memajukan bola hingga ke belakang endzone tim defense, play dimulai di 1 yard line.

11. Foul on a score : Apabila terjadi foul oleh pemain offense dalam play yang berakhir dengan touchdown, acceptance kapten tim defense akan foul tersebut membatalkan touchdown. Apabila terjadi foul oleh pemain defense dalam play yang berakhir dengan touchdown, foul tersebut di decline secara otomatis dan play dihitung touchdown.

12. Foul Prior to a try : Apabila terjadi foul setelah touchdown dan sebelum point conversion, penalti diberlakukan dengan basic spot pada titik dimulainya point conversion.

13. Multiple Live ball fouls : Apabila salah satu tim melakukan lebih dari satu foul pada live ball, hanya salah satu foul tersebut yang dapat dikenakan penalti (yang menggerakkan bola paling jauh). Apabila terjadi unsportsmanlike conduct, penalti diberlakukan dari titik hasil play.

14. Multiple Dead ball fouls : Apabila salah satu tim melakukan lebih dari satu foul pada dead ball, diberlakukan penalti untuk masing-masing foul tersebut sesuai dengan urutan terjadinya. Unsportsmanlike conduct diberlakukan dari basic play spot.

15. Dead Ball Foul untuk OFFENSE diatur sebagai berikut :

  • Offside | Loss of 5, repeat down : Pemain melewati bagian lapangannya pada saat terjadi snap
  • False Start | Loss of 5, repeat down : Pemain offense melewati bagian lapangannya sebelum terjadi snap, offensive linemen bergerak dari stance sebelum terjadi snap
  • Illegal Motion | Loss of 5, repeat down : Lebih dari satu pemain offense bergerak pada saat snap
  • Delay of game | Loss of 5, repeat down : Offense belum melakukan snap setelah 35 detik setelah peluit tanda ready for play dibunyikan
  • Too Many Man on The Field | Loss of 5, repeat down  : Lebih dari 8 pemain di lapangan pada saat break huddle, lebih dari 5 pemain di LOS

16. Dead Ball Foul pada DEFENSE diatur sebagai berikut:

  • Encroachment | Loss of 5, repeat down : Defensive linemen bergerak maju dan menyentuh pemain offense sebelum snap.

17. Live ball foul dapat diterima atau ditolak tim lawan dan merupakan keputusan kapten tim lawan.

18. Live ball Foul untuk offense diatur sebagai berikut :

  • Offensive Pass Interference | Loss of 10 from the LOS, loss of down :Screening atau menghalangi pandangan pemain lawan dengan tangan. Pemain offense mendorong pemain defense untuk menciptakan separation, atau memblok pemain defense setelah bola diudara untuk menciptakan separation bagi rekan setimnya.
  • Illegal forward pass | Loss of 5 from the LOS, loss of down : Pemain offense melakukan pass setelah melewati LOS, atau terjadi forward pass kedua pada play yang sama.
  • Flag guarding | Ball is dead at POI, loss of 10 from POI, loss of down : Pemain menggunakan tangan atau bagian tubuh lainnya untuk mencegah pemain defense melakukan deflagging
  • Intentional Grounding | loss of 5 from LOS, loss of down : Quarterback membuang bola ke luar lapangan atau ke tanah untuk menghindari sack
  • Offensive holding | Loss of 10, repeat down : Pemain offense menahan pemain defense, baik dengan melakukan genggaman pada badan atau pakaian
  • Ball carrier initiated contact | Ball is dead at POI. Loss of 10 from POI, loss of down : Ball carrier memulai contact dengan defender, termasuk melakukan stiff arm
  • Helping the carrier | Ball is dead at POI. Loss of 10, loss of down : Membantu ball carrier mendapatkan extra yardage dengan mendorong atau menarik ball carrier
  • Personal Foul | Loss of 15 yards, loss of down : Yang termasuk dalam personal foul adalah tindakan-tindakan yang menjurus kasar atau tidak sportif seperti menjegal lawan, mendorong lawan setelah dead ball, memukul, memprotes wasit secara berlebihan, membanting lawan, menabrak lawan dengan sengaja, atau segala tindakan lain yang menurut wasit berada di luar batas sportifitas dan/atau membahayakan pemain lain.
  • Illegal Blocking Down The Field | Loss of 10 from LOS, loss of down : Pemain melakukan block setelah melewati batas 5 yards dari defense dalam pass play.

19. Live ball Foul untuk defense diatur sebagai berikut:

  • Offside | Loss of 5, repeat down : Pemain defense berada kurang dari 1 yard dari ball spot pada saat snap, defensive linemen bergerak maju.
  • Defensive Pass Interference | At POI, automatic first down. If occur in endzone ball placed at defensive team 1 yard line : Screening atau menghalangi pandangan pemain lawan dengan tangan. Pemain defense mendorong pemain offense untuk menciptakan separation, atau memulai kontak lebih dari 5 yards dari LOS, atau terlihat mengincar pemain lawan. Dalam perebutan pass, yang menjadi incaran adalah bola.
  • Tackle | Loss of 15 from POI, automatic first down : Pemain defense dengan sengaja melakukan tackle. Termasuk dalam tackle: hurdling, diving, tripping, any body contact that is not open hand.
  • Defensive holding | Loss of 10 from POI, repeat down if not yet first down : Pemain defense menahan pemain offense, baik dengan melakukan genggaman pada badan atau pakaian
  • Roughing the Passer | Loss of 15 from LOS, automatic First Down : Pemain defense sebagi rusher melakukan kontak dengan quarterback dalam usaha men-deflag maupun mem-block passing.
  • Illegal Formation / Too Many Man on The Field | Loss of 5, repeat down : Lebih dari 8 pemain di lapangan pada saat break huddle atau defensive lineman tidak berhadapan dengan offensive lineman.
  • Personal Foul | Loss of 15 yards, automatic First Down : Yang termasuk dalam personal foul adalah tindakan-tindakan yang menjurus kasar atau tidak sportif seperti menjegal lawan, mendorong lawan setelah dead ball, memukul, memprotes wasit secara berlebihan, membanting lawan, menabrak lawan dengan sengaja, atau segala tindakan lain yang menurut wasit berada di luar batas sportifitas dan/atau membahayakan pemain lain.

20. Pelanggaran-pelanggaran berikut dapat dikenakan pada kedua tim :

  • Stripping the ball | Loss of 10 from POI : Mengincar bola yang sudah berada dalam possession ball carrier.
  • Fair catch interference | Loss of 5 from POI : Menggangu catch receiver setelah sinyal fair catch pada kicking play.
  • Not handling ball | Loss of 5 : Ball carrier tidak menyerahkan bola pada official pada saat play berakhir.
  • Not handling flag | Loss of 5 : Deflagger tidak menyerahkan flag pada pemiliknya pada saat play berakhir.
  • Flag covering | Loss of 5, repeat down : Flag tertutup oleh kaos, handuk atau benda apapun sehingga menyusahkan deflagging.
  • Illegal use of Timeout | Loss of 5, loss of down : Tim meminta time out padahal sudah tidak memiliki jatah time out

21. Pelanggaran yang belum terangkum dalam penjelasan di atas dikenakan penalty 5 yards dan repeat down jika penalty tersebut tidak menghasilkan first down.

22. Pemain dapat dikeluarkan dari pertandingan (EJECTED) apabila official menganggap pemain :
a. Secara sengaja menggunakan kepalan tangan, menendang, atau menyerang dengan lutut.
b. Menghina pemain lain/official.
c. Bermain kasar dan/atau tidak sportif.

Keep fight and enjoy the game !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: